Abad ke-21 adalah Abad Asia (Asian Century), di mana Asia semakin menempati posisi penting dan memainkan peran kunci dalam dinamika ekonomi-politik global sekarang. Hal ini didorong oleh fakta bahwa Asia merupakan benua dengan penduduk terbesar di dunia; sekitar 60% populasi dunia tinggal di benua ini. Jumlah populasi yang banyak ini bermakna Asia merupakan wilayah yang memiliki keberagaman masyarakat yang luar biasa secara budaya, sosial, ekonomi dan politik. Indonesia, misalnya, adalah negara terbesar keempat di dunia dalam jumlah penduduknya, negara Muslim terbesar di dunia dengan keberagaman budaya dan sosial yang luar biasa, dan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

Asia juga kini mengalami transformasi ekonomi pada tingkat yang telah merubah tatanan ekonomi dan politik global. Pada 2030, Cina, India dan Jepang akan menempati ranking tepat di bawah Amerika Serikat dalam hal Gross National Product (GDP) mereka.

Selain itu, secara budaya, Asia adalah benua dengan peradaban-peradaban dunia sejak masa lalu sampai sekarang. Budaya dunia mulai dari Bollywood dari India dan K-Pop dari Korea Selatan sampai musik Dangdut dari Indonesia dapat ditemukan di benua ini.

Pada dekade ini, Asia semakin meningkat pentingnya sebagai wilayah keamanan strategis khususnya bagi Amerika Serikat. Cina, misalnya, memegang peranan sebagai salah satu pemimpin dunia yang bertanggung jawab besar bagi pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang di Afrika, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Semua perkembangan dan dinamika di atas pada gilirannya menjadikan Asia sebagai benua yang sangat penting dan dinamis bagi penduduk dan negara-negara di dunia sekarang.

Melihat transformasi Asia tersebut, kita memerlukan pemahaman dan informasi tentang Asia yang memadai dan akurat untuk dapat memanfaatkan perkembangan benua secara baik bagi banyak pihak. Hal ini hanya dapat dicapai melalui upaya-upaya penelitian tentang negara-negara Asia dan yang berkaitan dengan Asia dalam bidang ilmu-ilmu sosial secara interdisipliner dan multidisipliner. Kajian-kajian ilmu sosial ini akan bermanfaat secara akademik bagi kalangan akademisi di perguruan tinggi dan secara praktis-strategis bagi pemegang kebijakan di pemerintahan dan dunia industri, serta advokasi bagi pengembangan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *